Wednesday, 27 May 2015

BJ.Habibie Bicara Motivasi.

Mantan Presiden RI ke 3 BJ Habibie dalam acara  'Supermentor 6 : Leader'.di  XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jl MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/5/2015). Memberikan penjelasan soal perlunya perjuangan untuk mencari dan terus berusaha. Upaya perjuangan untuk mencari jawaban yang diyakini perlu dilakukan.

"Itu sinergi, tidak akan maju Anda kalau tidak mencoba selangkah apapun. Yang harus kita pikirkan untuk menyesuaikan perkembangan masa,"  paparnya.




Sumber: Detik.com.

Habibie : Presiden Selalu Menghadapi Ketidakpastian.

Dalam jamuan makan malam Presiden RI ketiga BJ Habibie dengan para peneliti Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Sedianya Presiden RI Jokowi akan menghadiri acara ini , namun karena satu dan lain hal dia tidak bisa hadir.

"Saya mau minta maaf karena Presiden tidak bisa datang. Setengah jam yang lalu beliau masih memastikan untuk hadir. Tetapi mendadak ada satu agenda yang tak dapat ditinggalkan. Saya tidak tahu kenapa tapi ini urusan beliau. Ini adalah takdir seorang Presiden," tutur Habibie di kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Minggu (24/5/2015).


Kemudian Habibie bercerita bahwa dirinya pun pernah menjadi Presiden selama 570 hari. Tetapi pada saat itu dirinya mampu mengatur jadwalnya.

"Presiden selalu menghadapi ketidakpastian, tetapi sebagai seorang peneliti kalian tahu bagaimana menghadapi ketidakpastian. Seorang peneliti mampu membuat ketidakpastian menjadi terprediksi," ujar Habibie berbahasa Inggris.

Perjamuan tersebut dihadiri para peneliti dari Indonesia dan negara-negara sahabat. Presiden Jokowi dalam kesempatan ini diwakili oleh Mendikbud Anies Baswedan dan hadir pula Menpan-RB Yuddy Chrisnandi.

"Presiden Jokowi telah mengutus Mendikbud Anies Baswedan, tetapi beliau masih ada acara di tempat lain sehingga nanti akan menyusul," kata Habibie.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para pendiri AIPI dengan pembukaan tirai yang menutupi lukisan ketiga tokoh ,yakni Prof BJ Habibie, Prof Samaun Samadikun (alm), dan Prof Fuad Hassan (alm) . Ketika tirai dibuka, diiringi alunan musik instrumentasi keroncong klasik lagu 'Sepasang Mata Bola' karya Ismail Marzuki. Setelah itu Habibie pun bernyanyi dan mengajak satu per satu hadirin mengikutinya.



Sumber: Detik.com.

Lesunya Perekonomian Membuat Masyarakat Pilih Menahan Diri Untuk Berbelanja.

Jakarta. Sebanyak 6.000 karyawan industri tekstil yang kini telah dirumahkan. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku belum mendapatkan data resmi terkait isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sejumlah industri padat karya tersebut.

Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto kepada wartawan di kantornya hari ini,selasa 5/26/2015  mengatakan :"Saya belum dapat data resmi, baru baca dari media dan dikasih tahu asosiasi tekstil ada 6.000 karyawan yang di PHK."Tapi nanti dicek lagi," ulasnya.

Dikatakan  Harjanto, ribuan karyawan tekstil tersebut berasal dari Industri Kelas Menengah (IKM) yang notabenenya mempunyai karyawan kurang dari 50 orang. "Yang di PHK itu kelas IKM, perusahaan dengan karyawan di bawah 50 orang dan itu rata-rata untuk pasar domestik. Kalau industri yang besar belum,"

Harjanto memprediksi kondisi tersebut akan membaik mengingat tidak lama lagi bakal memasuki bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri di mana tingkat konsumsi masyarakat meningkat.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan I 2015 hanya mencapai 4,7 persen ini membuktikan lesunya perekonomian nasional. Kondisi ini dijadikan alasan oleh pengusaha yang terpaksa merumahkan sejumlah karyawan mereka.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto tidak heran dengan kondisi tersebut. Lesunya perekonomian membuat masyarakat memilih menahan diri untuk berbelanja.

"Daya beli masyarakat menurun karena aktifitas ekonomi melemah," ujar Suryo di sela acara Rakernas Kadin Indonesia Timur di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Logikanya, dengan menurunnya penjualan otomatis pengusaha enggan menaikan produksinya. Karena itu tak heran jika pengusaha memilih menghentikan bisnisnya,dengan menutup pabrik.

Dia menyebut, kondisi ini banyak terjadi pada industri padat karya. Tidak menutup kemungkinan terjadinya PHK besar-besaran. Daya beli konsumen produk. Itu semua menurun," tuturnya. 


sumber: detik.com

Tuesday, 26 May 2015

Friday, 22 May 2015

Risiko Itu Ketidakpastian, Sikapi Dengan Logis

Bila kita bicara soal risiko maka bisa dikatakan sesuatu yang bersifat kemungkinan bisa  terjadi atau tidak terjadi , waktu dan kapan risiko itu  terjadi tergantung dari situasi kondisi yang dihadapi. Resiko ini bisa kita kendalikan  dalam tindakan yang bersifat  proteksi .setiap orang memiliki cara yang berbeda .karena resiko bersifat probability atau uncertainty dan lain sebagainya.. 

Maka  beberapa cara dalam pengelolaan risiko yang digunakan untuk mengendalikan tingkat risiko yang dihadapi antara lain adalah
Menghindari Risiko
Mengendalikan Risiko
Menerima Risiko
Mengalihkan Risiko

Resiko bisa juga di artikan sebagai ; Kesempatan timbulnya kerugian, Probabilitas timbulnya kerugian,  Ketidakpastian, Penyimpangan Aktual dari yang diharapkan,

Gambar Masjid Rubuh Akibat Gempa di Padang
Peristiwa Ketidak Pastian ( gempa ) 08 oktober 2009 di Padang 

Probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang diharapkan, Salah satu konsekuensi dari tingginya tingkat pengembalian (harapan) . menurut Reilly and Brown (2003:10) risiko adalah :“Risk is the uncertainly that an investment will earn its expecied rate of return.” Sedangkan menurut Elton and Gruber (2003:44) adalah: “The existence of risk means that the investor can no longer associate a single number of pay-off with investment in any assets.”

Beberapa pengertian risiko yang berkembang berdasarkan definisi-definisi di atas dan dari literatur lainnya, bahwa risiko bisa diartikan :
-   Bahaya (menurut kamus Webster).

-   Kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak menguntungkan.

-   Probabilitas tidak tercapainya tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return).

- Kemungkinan return yang diterima (realized return) menyimpang dari return yang diharapkan (expected return) atau dengan kata lain kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima dengan return yang diharapkan. Contoh : Sumber Resiko yang bisa terjadi, dalam hal risiko investasi terdapat ; Risiko suku bunga (yaitu variabilitas dalam return sekuritas dari perubahan tingkat suku bunga. Interest rate risk mempengaruhi obligasi secara langsung dibandingkan common stock). Risiko pasar (variabilitas return dari hasil fluktuasi dalam keseluruhan pasar, yaitu pasar saham agregat), Risiko inflasi (Faktor yang mempengaruhi semua sekuritas adalah risiko daya beli atau berkurangnya kemampuan membeli investasi), Risiko bisnis (risiko yang ada ketika melakukan suatu usaha/bisnis dalam industri khusus), Risiko finansial (Risiko ini berhubungan dengan penggunaan hutang oleh perusahaan. Besarnya proporsi asset oleh pembiayaan hutang dan besarnya variabilitas return adalah sama), Risiko likuiditas (Risiko likuiditas ini berhubungan dengan pasar sekunder dalam perdagangan sekuritas.


Suatu investasi yang dapat dibeli atau dijual secara cepat dan tanpa harga yang signifikan biasanya bersifat likuid, semakin tidak menentunya elemen waktu dan konsesi (kelonggaran) harga, semakin besar liquidity risk-nya), - Risiko nilai tukar (variabilitas return yang disebabkan oleh fluktuasi mata uang), dan Risiko negara (disebut juga politycal risk, yaitu risiko yang penting untuk para investor pada zaman sekarang ini.

Dengan banyaknya investor yang berinvestasi secara internasional, baik secara langsung ataupun tidak langsung, stabilitas dan kelangsungan hidup ekonomi suatu negara perlu dipertimbangkan) serta masih banyak lagi sumber risiko. Semua ini ditinjau dari sisi permasalahan kebutuhan hidup yang kita hadapi.

Resiko menurut Vaughan dan Emmet J dalam bukunya Risk and Insurance resiko dapat didefinisikan sebagai berikut :

a.       Risk in the chance off loss ( resiko adalah kans rugi )
Change of loss biasanya dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat keterbukaan (exposure) terhadap kerugian atau suatu kemungkinan kerugian. Chance sering digunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu.Berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian.Dalam ilmu statistik, Chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu.

Risk in the chance of loss dibagi menjadi :


1. Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Possibility berarti probabilitas suatu peristiwa berada diantara nol dan satu, namun, hal ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
2. Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian), Uncertainty bersifat subjective dan objective. Subjective berarti menilai individu terhadap situasi risiko didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu saja. Objective dijelaskan pada item 3,4 berikut ini.
3. Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko berupa penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan). Ahli statistik mendefinisikannya  sebagai derajat penyimpangan suatu nilai pada  posisi sentral atau di  titik rata-rata.
4. Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas suatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Definisi di atas, dapat disebut risiko bukanlah probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.

b.      Risk is the possibility of loss (resiko dimungkinkan rugi).

c.      Risk is uncertainly (resiko ketidakpastian)

Resiko berhubungan dengan ketidakpastiaan (uncertainly). Menurut mark R.Green dan Oscar N.Serbein dalam bukunya Risk management, tak ada definisi yang bersifat universal. Pengertian resiko itu punya pengertian yang berbeda-beda tergantung kepada penggunaannya.  Risiko selalu dikaitkan dengan kemungkinan atau keadaan yang bisa mengancam proses  pencapaian tujuan dan sasaran usaha.

Risiko ini dapat digolongkan menjadi :

1.      Dapat diukur dan yang tidak dapat diukur
Penyimpangan secara relatif antara kenyataan dengan kemungkinan terjadinya kerugian tersebut, dimana pengukuran diadakan untuk jangka waktu yang cukup besar jumlahnya, sehingga secara statistik dapat diukur kemungkinannya (probabilitasnya) secara lebih wajar dan tepat. Risiko yang tidak dapat diukur adalah ketidakpastian secara psikologis dimana lebih bersumber pada tingkah laku, mental, pengalaman ataupun pandangan hidup dari orang yang bersangkutan.

2.      Perorangan dan Kebendaan
Risiko perorangan adalah risiko murni yang dapat menimpa orang, seperti kematian orang dan risiko kehilangan mata pencaharian akibat usia lanjut, sakit ataupun pengangguran.
Risiko kebendaan adalaah risiko yang dapat menimpa benda seperti rumah, pabrik, kendaraan bermotor dan sebagainya. Risiko tersebut dapat terdiri dari risiko kebakaran, kerusahan, gempa bumi, banjir dan sebagainya.

3.       Statis dan Dinamis
Risiko dinamis adalaah resiko-resiko yang timbul akibat dari suatu keadaan yang terus berubah, seperti keadaan sosial yang berubah, lingkungan yang berubah, perubahan tekhnologi dan sebagainya.
Risiko statis adalah risiko-risiko yang selalu ada walaupun tidak terjadi perubahan-perubahan keadaan, seperti risiko kebakaran. Pada umumnya risiko-risiko statis ini digolongkan sebagai pure risk.

4.      Fundamental dan Khusus
Risiko Fundamental adalah risiko yang menyangkut rakyat banyak, seperti risiko dinamis dan risiko statis fenomenal, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi dan sebagainya. Risiko khusus adalah risiko yang mengancam orang perseorangan, seperti kebakaran, istilah risiko khusus juga dipakai dalam arti bahaya selain kebakaran yang diasuransikan sebaagai tambahan.

5.      Murni dan Spekulatif
Pure risk atau resiko murni adalah risiko yang bila terjadi daapat mendatangkan kerugian saja dan tidak dapat menimbulkan keuntungan. Pada umumnya risiko murni ini dapat diasuransikan. Spekulatif risk ini adalah risiko yang bila terjadi dapat menimbulkan kerugian dan sekaligus mendatangkan keuntungan.

Bentuk Pengelolaan Risiko
Pengelolaan risiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko. Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan. Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumber daya.

Pengelolaan risiko merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan tertentu baik dalam kehidupan individu, keluarga maupun sebagai anggota masyarakat dalam bidang usaha, sosial, politik dan sebagainya. Dalam pengertian lain, suatu sitem pengawasan risiko dan perlindungan atas harta milik, keuntungan serta keuangan milik suatu badan usaha ataupun perorangan, dimana risiko disini bersifat statis/murni saja.

Tujuan Pengelolaan Risiko
Tujuan pengelolaan  risiko adalah meminimalkan berbagai dampak yang merugikan sebagai akibat dari timbulnya risiko pada tingkat biaya yang paling minimum sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan atau keluarga (Williams,1976:7). Sementara pakar lain berpendapat bahwa tujuan manajemen risiko diantaranya merencanakan sumber daya secara efektif guna mengembalikan keseimbangan dan keefektifan operasional organisasi sesudah mengalami gangguan kerugian yang sangat hebat (Greene & Serbein, 1983;4).

Proses Pengelolaan Risiko
Proses pengelolaan risiko menurut COSO dapat dibagi ke dalam 8 tahap, antara lain :

1.       Internal environment (Lingkungan internal)

Komponen ini berkaitan dengan lingkungan dimana instansi Pemerintah berada dan beroperasi. Cakupannya adalah risk-management philosophy (kultur pengelolaan tentang risiko), integrity (integritas), risk-perspective (perspektif terhadap risiko), risk-appetite ( penerimaan terhadap risiko), ethical values (nilai moral), struktur organisasi, dan pendelegasian wewenang.


2.      Objective setting (Penentuan tujuan)

Dalam pengelolaan ini  kita harus menetapkan objectives (tujuan-tujuan)  agar dapat mengidentifikasi, mengakses, dan mengelola risiko. Objective dapat diklasifikasikan menjadi strategic objective dan activity objective. Strategic objective di instansi Pemerintah berhubungan dengan pencapaian dan peningkatan kinerja instansi dalam jangka menengah dan panjang, dan merupakan implementasi dari visi dan misi instansi tersebut. Sementara itu, activity objective dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu :

(1) operations objectives
(2) reporting objectives
(3) compliance objectives.

Risk tolerance dapat diartikan sebagai variasi dalam pencapaian objective yang dapat diterima dalam arti tujuan penyediaan fasilitas tersebut sudah terpenuhi.
Contoh :  aktivitas  peluncuran roket berawak dengan risk tolerance adalah 0%.


3.      Event identification (Identifikasi risiko)

Komponen ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan . Kejadian itu bisa berdampak positif (opportunities), namun dapat pula sebaliknya atau negative (risks).

Terdapat 4 model dalam identifikasi risiko, yaitu  :

(1) Exposure analysis
(2) Environmental analysis
(3) Threat scenario
(4) Brainstorming questions.

Salah satu model, yaitu exposure analysis, mencoba mengidentifikasi risiko dari sumber daya suatu pengelolaan yang meliputi financial assets , physical assets seperti tanah dan bangunan, human assets yang mencakup pengetahuan dan keahlian, dan intangible assets seperti reputasi dan penguasaan informasi. Atas setiap sumber daya yang dimiliki organisasi dilakukan penilaian risiko kehilangan dan risiko penurunan. seperti kas dan simpanan di bank.


4.      Risk assessment (Penilaian risiko)

Komponen ini menilai sejauh mana dampak dari event (kejadian atau keadaan) dapat mengganggu pencapaian dari objectives. Besarnya dampak dapat diketahui dari inherent dan residual risk, dan dapat dianalisis dalam dua perspektif, yaitu: likelihood (kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya risiko).

Dengan demikian. Besarnya risiko atas setiap kegiatan  merupakan perkalian antara likelihood dan consequence.



Penilaian risiko dapat menggunakan dua teknik, yaitu:

(1)   Qualitative techniques
Qualitative techniques menggunakan beberapa tools seperti self-assessment (low, medium, high), questionnaires, dan internal audit reviews

(2)   Quantitative techniques.
Quantitative techniques data berbentuk angka yang diperoleh dari tools seperti probability based, non-probabilistic models (optimalkan hanya asumsi consequence), dan benchmarking, perlu dicermati adalah event relationships atau hubungan antar kejadian/keadaan. Event yang terpisah mungkin memiliki risiko kecil. Namun, bila digabungkan bisa menjadi signifikan. Demikian pula, risiko yang mempengaruhi banyak business units perlu dikelompokkan dalam common event categories, dan dinilai secara aggregate.


5.      Risk response (Sikap atas risiko)

Kita  harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko, yakni :

(1) Avoidance ,dihentikannya aktivitas atau pelayanan yang menyebabkan risiko

(2) Reduction, mengambil langkah-langkah mengurangi likelihood atau impact dari risiko

(3) Sharing  , mengalihkan atau menanggung bersama risiko atau sebagian dari risiko dengan pihak lain.

(4) Acceptance, menerima risiko yang terjadi (biasanya risiko yang kecil), dan tidak ada upaya khusus yang dilakukan.

Dalam memilih sikap (response), perlu dipertimbangkan faktor-faktor seperti pengaruh tiap response terhadap risk likelihood dan impact, response yang optimal sehingga bersinergi dengan pemenuhan risk appetite and tolerances, analis cost versus benefits, dan kemungkinan peluang (opportunities) yang dapat timbul dari setiap risk response.

6.      Control Activities (Aktifitas Pengendalian)

Komponen ini berperanan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan (policies) dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktifitas pengendalian memerlukan lingkungan pengendalian yang meliputi:

(1) integritas dan nilai etika
(2) kompetensi
(3) kebijakan dan praktik-praktik SDM
(4) budaya organisasi
(5) filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen
(6) struktur organisasi
(7) wewenang dan tanggung jawab.


Dari pemahaman atas lingkungan pengendalian, dapat ditentukan jenis dan aktifitas pengendalian. Terdapat beberapa jenis pengendalian, diantaranya adalah preventive, detective, corrective, dan directive.
Gambar Kebakaran
Resiko Kebakaran Mmerusak Habitat Kehidupan

Selanjutnya aktifitas pengendalian :
(1) pembuatan kebijakan dan prosedur
(2) pengamanan kekayaan organisasi
(3) delegasi wewenang dan pemisahan fungsi
(4) supervisi atasan.

Aktifitas pengendalian hendaknya terintegrasi dengan menggunakan manajemen risiko sehingga pengalokasian sumber daya yang dimiliki  dapat menjadi optimal.


7.      Information and communication (Informasi dan komunikasi)

Fokus dari komponen ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaiaan informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah komunikasi, dan alat komunikasi. Informasi yang disajikan tergantung dari kualitas informasi yang ingin disampaikan, kualitas informasi dapat dipilah menjadi:

(1) appropriate
(2) timely
(3) current
(4) accurate
(5) accessible

Arah komunikasi bisa bersifat internal dan eksternal. Alat komunikasi diantaranya manual, memo, buletin, dan pesan-pesan melalui media elektronis.


8.      Monitoring

Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus menerus (ongoing) maupun terpisah (separate evaluation). Aktifitas monitoring ongoing tercermin pada aktivitas supervisi, rekonsiliasi, dan aktivitas rutin lainnya.

Monitoring terpisah biasanya dilakukan untuk penugasan tertentu (kasuistis). Di monitoring ini ditentukan scope tugas, frekuensi, proses evaluasi metodologi, dokumentasi, dan Action Plan. Serta perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies, yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan). Kendala ini timbul dari berbagai faktor seperti sumber informasi, materi pelaporan, pihak yang disampaikan laporan, dan arahan bagi pelaporan.

Mengelolaan Risiko Ada beberapa strategi yang dapat dijalankan untuk mengelola risiko, yaitu dengan pola pengantisipasian berdasarkan :

1.      Strategi menghindar
2.      Strategi mengurangi
3.      Strategi mengalihkan, dan
4.      Strategi mendanai sendiri

Kesimpulannya,  
Bagaimana bersikap, melihat manfaat risiko ini ? Semua tahu bahwa Sikap orang dalam menghadapi risiko itu  berbeda – beda. Ada yang berusaha menghindar, ada yang berani menghadapi risiko, sementara yang lainya ada juga bersifat apatis, tidak peduli, atau tidak terpengaruh oleh kemungkinan datangnya risiko.

Dkatakan oleh Henry Markowitz ( di kalangan ahli manajemen keuangan disebut sebagai "the father of modern portfolio theory" ) , yaitu:
“Do not put all eggs in one basket” ( janganlah menaruh semua telur ke dalam satu keranjang ), Artinya jika keranjang telur tersebut jatuh, maka semua telur yang ada dalam keranjang akan pecah.

Manfaat  Risiko itu   ;  Bahwa setiap keputusan yang kita ambil tidak akan lepas dari konsekuensi, baik yang bersifat positif maupun negatif.  Pemikiran yang logis dan strategis tentu merupakan sebuah keharusan. Artinya, kita sebaiknya tidak terlalu banyak melibatkan emosi dalam mengambil keputusan itu. Jika tidak, bisa jadi keputusan yang diambil akan membawa dampak negatif terhadap masa depan kita sendiri. Dalam hal ini, kita perlu memikirkan semua aspek dan konsekuensi dari keputusan tersebut termasuk risiko yang mungkin harus kita tanggung sebagai akibat dari keputusan yang kita ambil.  Walaupun teori mengenai hal ini banyak dibahas di area ekonomi, namun kita dapat mengadopsinya di dalam kehidupan sehari-hari termasuk keluarga.

Dengan mengidentifikasi risiko yang mungkin muncul. Manfaatnya minimal kita akan lebih siap dalam menghadapi risiko tersebut.

Contoh sederhana, ketika kita ingin membeli sebuah mobil bekas, kita sebaiknya mampu mengidentifikasi bagian mana yang berisiko mengalami kerusakan sehingga kita harus bersiap untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

“Risiko tidak seharusnya membuat kita ciut nyali, namun tidak seharusnya juga menjadikan diri sebagai orang yang tidak takut dosa. Memilih sebuah hubungan adalah menerima resiko, cerminan diri kita dapat dilihat dari perilakunya terhadap kita. Resiko seharusnya dapat membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Berfokuslah pada apa yang berani kita lakukan, hasilnya kita serahkan kepada Tuhan”. 
(Mario Teguh - Golden Way)


 by Julie,15


Tuesday, 19 May 2015

Mengkaji Momen Reuni Dari Perspektif Potensi Modal Sosial

Mengkaji Momen Reuni Dari Perspektif Potensi Modal Sosial -. Menelisik soal kebersamaan dalam suatu kelompok , bisa saja terjadi kondisi paradoks “ walau hidup ditempat yang sama belum tentu hidup dengan rasa kebersamaan , namun ingatlah teman ada sebuah kata bijak mengatakan ; 

“Tetaplah tersenyum , tetaplah bersinar. Mengenal kamu yang selalu bisa mempercayai diriku , pasti..!!! Itulah gunanya teman. Di saat yang baik , di saat yang buruk. Saat sakitpun ku kan berada di sisi mu selamanya . Itulah gunanya teman”. 



Kegiatan reuni atau kumpul kembali dengan teman lama, saudara dan handai tolan menjadi trend positif dan kerap dilakukan oleh sebagian masyarakat. Kegiatan ini biasanya tidak hanya sekedar melepas kangen belaka tapi sekaligus sebagai momentum mengenang kembali memori  kebersamaan dengan rekan maupun saudara yang selama ini terpisah oleh waktu, jarak dan tempat.

Terasa ledakan emosi yang sangat menggelora saat pertama kita lihat wajah temen-teman lama yang nampak sudah beda karena dimakan usia. Jabat tangan, tepuk bahu, peluk dan cium adalah refleksi dari kerinduan yang selama ini terpendam.

Akan timbul sebuah "rasa" yang tak dapat terlukiskan ketika kita bisa melihat kembali teman kita dengan segala perbedaannya. Ada yang tambah gendut, ada yg tambah kurus, ada yang tambah cantik, ada yg tambah ganteng, ada yang stuck tanpa mengalami perubahan, ada yang jadi (maaf) botak, hehehehe…. Ada yg tambah gila dan heboh ... Dan masih banyak lagi ...Maka tak ayal jika euphoria dari momen reuni pasti masih terasa dalam waktu yang agak lama.

Merupakan sebuah "nikmat" tak terhingga ketika terjalin kembali silaturahmi diantara kita. Perbedaan waktu, perbedaan rutinitas, bahkan perbedaan jarak yang membentang tak menyurutkan niat untuk kembali berkumpul bersama dalam balutan “REUNI”. Kesempatan ini adalah kesempatan yang sangat langka didapatkan, bukanlah pekerjaan yang mudah untuk bisa berkumpul kembali dalam satu keselarasan waktu antar personal yang telah terbelenggu oleh rutinitas dan aktivitas masing-masing.

Beruntunglah bagi kita yang masih dianugerahi “Nikmat” oleh yang Maha Kuasa, sehingga masih diberi kesempatan untuk kembali bersua dengan teman-teman lama. Dan hal ini sangat kontras atau berbanding terbalik dengan temen-teman kita yang (maaf) telah lebih dulu dipanggil untuk menghadap Yang Maha Pencipta, dan belum berkesempatan untuk kembali bercengkerama dengan teman-teman lama.

Reuni atau kumpul maning antara teman satu sekolah adalah salah satu fenomena yang acapkali kita saksikan pada waktu belakangan ini. Fenomena ini yang sedemikian rupa hingga menjadi sebuah momentum yang tentunya sangat bermakna , paling tidak bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Melihat fenomena reuni sebagai sebuah potensi dalam realitas sosial; yang tidak hanya sekedar ajang kangen-kangenan semata tapi lebih dari itu merupakan moment yang cukup baik dan tepat untuk membangkitkan rasa kepedulian sosial antar sesama.semoga .

Momentum kegiatan reuni akan menjadi suatu hal yang biasa saja terlebih bila dimaknai sebagai sebuah pertemuan kembali antara sesama teman lama setelah tak bersua karena dipisahkan oleh jarak, waktu dan tempat. Sebaliknya akan memiliki makna yang lebih luas; tidak hanya sekedar merajut kembali memori kolektif akan kenangan masa lalu dari masing-masing orang yang terlibat di dalamnya. tapi sekaligus sebagai sarana untuk silaturahmi dan saling mendengar cerita/pengalaman , melepas rindu dan berbagi rasa kebersamaan yang pernah dirajut bersama pada masa-masa lalu yang bisa menjadi daya dorong positif dan bermanfaat untuk perbaikan mengelola potensi sumber daya setiap peserta yang terlibat..

Dapat dibayangkan betapa sakral dan bermaknanya sebuah kegiatan reuni yang tidak hanya diisi oleh acara kangen-kangenan semata ataupun hanya sekedar mendengar berbagai kisah para anggotanya, tapi juga diharapkan mampu membangkitkan kebersamaan ,sinergisitas serta solidaritas sosial sehingga dapat menjawab berbagai masalah baik yang dihadapi oleh anggotanya maupun realitas sosial yang ada di sekitarnya.

Apa yang ingin disampaikan dalam tulisan ini adalah,momentum kegiatan reuni sesungguhnya memiliki potensi yang bisa dikelola untuk membangkitkan potensi modal sosial yang dimiliki oleh anggotanya. Apalagi ditengah berbagai bencana alam dan masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat dewasa ini.
Oleh karenanya kegiatan reuni seharusnya dimaknai sebagai sebuah kegiatan yang positif yang semangatnya perlu terus dijaga untuk membangkitkan kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Kegiatan reuni merupakan kegiatan solidaritas sosial yang yang dilakukan secara terencana, berpola dan berulang serta bisa bersifat konstan..

Artinya kegiatan ini merupakan bagian dari proses interaksi sosial atau budaya masyarakat atau bangsa yang biasanya berlangsung antar individu maupun kelompok sosial yang memiliki latar belakang, pengalaman yang berada dalam satu wadah yang sama, baik itu institusi Pendidikan maupun Organisasi. Reuni merupakan potret media aktifitas sosial yang menunjukkan adanya solidaritas menurut sosiolog yang bernama Emile Durkheim,   
"..masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya. Maksudnya yaitu adanya ikatan sosial dalam kelompok. Masyarakat juga berarti kelompok manusia yang hidupnya teratur. Masyarakat termasuk sosial order atau keteraturan sosial. Syarat-syarat terbentuknya masyarakat adalah sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama, merupakan satu kesatuan dan merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya. Didalam masyarakat tidak selalu ada kesamaan tetapi ada sesuatu diluar kita yang membuat kita itu dari bagian dari sesuatu itu, yang dimaksud adalah ikatan atau kesamaan. Beberapa faktor yang mendorong adanya manusia yang teratur itu adalah kesamaan. Dalam ikatan terdapat sesuatu yang dinamakan dengan solidaritas. Solidaritas secara etimologi adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Jadi solidaritas adalah rasa kebersamaan dalam suatu kelompok tertentu yang menyangkut tentang kesetiakawanan dalam mencapai tujuan dan keinginan yang sama. Pembagian solidaritas dalam kelompok sosial dapat diklasifikasikan dengan pandangan-pandangan tertentu, salah satunya kelompok sosial diklasifikasikan menurut rasa solidaritas antar anggotanya".

Sehingga secara umum, solidaritas dapat dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Sosial itu berasal dari individu yang berarti individu tersebut saling bekerja sama. masyarakat mempunyai solidaritas sosial yaitu biasa disebut dengan ikatan kesamaan.

Solidaritas mekanik ; adalah solidaritas yang muncul pada masyarakat yang masih sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belum mengenal adanya pembagian kerja diantara para anggota kelompok. Biasanya disebut dengan masyarakat pedesaan, karena masyarakat pedesaan identik dengan kesamaan. 

Adanya kesamaan artinya keberadaan orang lain itu sangat menguatkan. Ikatan mekanik adalah suatu integrasi yang didorong oleh kesamaan. Solidaritas organik ; adalah solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah kompleks dan telah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh saling ketergantungan antar anggota. Biasanya terdapat pada masyarakat perkotaan. Yang artinya suatu keberadaan.
Solidaritas organik itu masing-masing bagian mempunyai fungsi dan fungsinya tersebut sangat berpengaruh penting. Solidaritas organik terjadi karena masing-masing memunculkan adanya suatu perbedaan. Tetapi perbedaan tersebut saling berinteraksi dan membentuk suatu ikatan yang sifatnya tergantung. Solidaritas organik prinsipnya yaitu bahwa setiap individu dan individu lain itu sangat tergantung dalam artian tidak bisa lepas. Dalam solidaritas organik mengenal adanya hukum restifusi yang artinya yaitu menggantikan. Ciri-ciri solidaritas organik adalah menguraikan tatanan sosial berdasarkan perbedaan individual diantara rakyat, yang merupakan ciri dari masyarakat modern, khususnya yaitu daerah perkotaan.

Bersandar pada pembagian kerja yang rumit dan didalamnya orang terspesialisasi dalam pekerjaan yang berbeda-beda. Dalam pembagian kerja yang rumit ini, Emile Durkheim melihat adanya kebebasan yang lebih besar untuk semua masyarakat. Solidaritas mekanik dan solidaritas organik mempunyai berbagai macam perbedaan diantaranya yaitu, solidaritas mekanik, relatif berdiri sendiri (tidak bergantung kepada orang lain) dalam keefisienan kerja, terjadi di masyarakat sederhana, primitif, dan tradisional, merupakan ciri dari masyarakat tradisional, kerja tidak terorganisir, beban lebih berat, individualis rendah, dan represif yaitu tidak bisa dipaksa . Sedangkan solidaritas organik adalah saling berkaitan dan mempengaruhi dalam keefesienan kerja, dilangsungkan oleh masyarakat yang kompleks, ciri dari masyarakat modern atau perkotaan, kerja terorganisir dengan baik, beban ringan, individualis tinggi, dan adanya pembagian kerja.

Dapat disimpulkan bahwa : Solidaritas mekanik, yang dicirikan oleh kuatnya kesadaran kolektif antar sesama anggotanya dan mengutamakan kebersamaan; Nah yang ini merupakan gambaran masyarakat berlatar pedesaan. Hal ini berbeda dengan solidaritas organik yang mencirikan kuatnya sikap individualitas yang merupakan karakter dari masyarakat urban /perantau,ada kelemahan kesadaran kolektif anggotanya. Selain itu kegiatan reuni juga mencirikan adanya suatu sikap dan perasaan in group dari masing-masing anggotanya. Istilah in group ini merupakan istilah sosiologis yang mengandung pengertian tentang kelompok sosial. In group atau ”kelompok kami”, ”kelompok kita”; dan kebalikannya adalah adalah out group atau ”kelompok mereka”. Per labelan istilah in group dalam konteks reuni adalah untuk mempertegas bahwa mereka yang tergabung dalam suatu kegiatan reuni biasanya merupakan suatu bentuk kelompok sosial in group karena didasarkan oleh adanya sikap dan perasaan serta pengalaman yang sama dalam satu korps almamater dari suatu lembaga, semisal institusi pendidikan ataupun organisasi. Perasaan in group ataupun semangat kebersamaan sesama anggota kelompok (esprit de corps) ini biasanya serta merta muncul ketika momentum reuni hadir dan membangkitkan kembali kesadaran kolektif dan memori sosial anggotanya tentang kebersamaan masa lalu yang pernah dilalui bersama.

Reuni dapat menjadi Potensi Modal Sosial  yang sesungguhnya dapat dikembangkan menjadi sebuah potensi aktifitas modal sosial yang memiliki makna positif tidak hanya para anggotanya tapi juga masyarakat sekitarnya. Melalui kegiatan reuni biasanya akan berkumpul berbagai potensi masing-masing individu yang ada didalamnya; yang dapat dikembangkan menjadi sebuah potensi modal sosial yang bermanfaat bagi anggotanya juga masyarakat.

Fondasi kegiatan reuni yang didasari oleh nilai-nilai kebersamaan, kesadaran dan solidaritas satu sama lain adalah awal yang bagus untuk mengembangkan potensi modal sosial. Modal sosial (social capital) sebagaimana mengacu dari Francis Fukuyama (1997) adalah sejumlah norma atau nilai informal yang mendorong berlangsunganya kerjasama antara dua orang individu atau lebih. Dalam kaitan ini , trust (rasa saling percaya), network dan civil society adalah pilar penting yang diperlukan bagi berkembangnya suatu modal sosial. Oleh karenanya reuni merupakan media yang cukup efektif dan terbuka bagi mewujudkan bangkitnya potensi modal sosial yang ada didalamnya.

Inilah salah satu point penting yang ingin disampaikan dalam tulisan bahwa kegiatan reuni sesungguhnya harus dimaknai sebagai sebuah kegiatan yang tidak hanya sekedar kangen-kangenan semata tapi juga harus mampu melahirkan semangat dan komitmen tentang kebersamaan, solidaritas dan kepedulian antar sesama anggotanya serta realitas sosial yang ada disekitarnya.

Reuni itu hakikatnya adalah untuk membangun dan menjalin silaturahmi, jangan sampai ada kontroversi hati apalagi saling menyakiti. Lebih baik lagi jika bisa saling berbagi dan menginspirasi, apalagi berbagi rizki dan menambah pundi pundi...woow mantaaff...deh.

Akhir Kata. Pemahaman terhadap makna reuni, pada akhirnya membawa kita pada satu kenyataan bahwa ada korelasi positif antara reuni sebagai sebuah fenomena aktifitas sosial yang dikaitkan dengan upaya mendorong bangkitnya potensi modal sosial ( social capital ). Potensi modal sosial perlu didorong dan dikembangkan serta dikelola dengan baik sehingga benar-benar bermanfaat untuk menjawab berbagai permasalahan sosial yang ada disekitar kita. Untuk itu, menumbuhkan sikap trust (saling percaya) , perluasan jaringan (network) serta penguatan posisi tawar masyarakat sipil (civil society) merupakan hal penting bagi berkembangnya potensi modal sosial.


Ketiganya saling terkait satu sama lain dan diperlukan untuk membangkitkan energi sosial dalam masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan yang ada Dengan demikian, event reuni menjadi sebuah momentum strategis untuk menggalang kekuatan kebersamaan serta membangkitkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anggotanya, utamanya potensi modal aktifitas sosial. Sehingga kegiatan reuni tidak lagi hanya sekedar menjadi kegiatan tanpa makna, tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas dalam arti seluas - luasnya, terlebih-lebih di tengah situasi bencana yang menimpa bangsa ini. Semoga hal ini menjadi bahan renungan buat kita semua......Demikianlah kurang lebihnya tulisan ini..



Memaknai Arti Suatu Kebersamaan.

Memaknai Arti Kebersamaan -. Arti kebersamaan dalam sebuah hubungan.Kebersamaan menjadi suatu hal penting dalam membina sebuah hubungan. Jelas kita tak pernah bisa benar-benar hidup sendiri dalam kehidupan ini. Kita tidak bisa menjadi manusia yang egois, yang merasa bisa melakukan segalanya sendirian, yang merasa tak membutuhkan orang lain Kehidupan itu suatu siklus sebab akibat. Berbuat baik, saling berbagi dalam kebersamaan, menjalin sebuah hubungan yang positif itu pilihannya. Siapa yang menanam kebaikan niscaya dia akan memetik kebahagiaan, dan barangsiapa yang menanam kejelekan niscaya dia akan menuai penyesalan. Setiap orang yang menanam akan mendapatkan sesuai apa yang ia tanam. [Abdullah bin Mas’ud] .

Kebersamaan itu juga tak bisa dipaksa paksa. Meski ada hubungan timbal balik,dalam suatu istilah Simbiosis mutualisme yang diartikan sebagai kehidupan suatu komunitas yang saling tergantung antara satu dengan yang lainnya atas dasar kerelaan. Bukan sebaliknya yang berbentuk Simbiosis Parasitisme yang bersifat  yang satu mendapat keuntungan dan yang lain mendapatkan kerugian...wah wah ini sangat merusak hubungan dalam kebersamaan. Atau bersifat  Simbiosis komensalisme dimana interaksi  yang berbeda  dimana salah satu pihak merasa diuntungkan sedangkan pihak yang satunya lagi tidak merasa diuntungkan dan juga tidak dirugikan...hal ini justru tidak tercapai maksud dan tujuan dari kebersamaan itu.

RASA KEBERSAMAAN MENYATUKAN KAMI 14 s-d 16 Mei 2015 ,REUNI ex SMP-2 PADANG.
So , dalam menjalin sebuah interaksi sosial , kita harus mau belajar bagaimana pentingnya saling memahami, mau mendengar, mau berbagi dan mau untuk peduli. Dengan begitu kita akan bisa memaknai sebuah kebersamaan. Kegembiraan dalam sebuah kebersamaan adalah ketika bahagia dengan kebersamaan itu sendiri. 

Artinya ada sebuah kebaikan terkadang dalam menjalin sebuah hubungan kita harus bisa menciptakan ruang dan jarak. Mengambil jarak yang kita butuhkan. Membiarkan ruangan dalam sebuah hubungan. Menciptakan suatu ruang untuk berekspresi. Satu ruang yang kita butuhkan untuk bergerak bebas. Satu jarak kita butuhkan untuk introspeksi. Melihat apa yang sudah kita berikan, dari sudut pandang yang lebih luas. Ketika kita terlalu dekat, sudut pandang kita menjadi sempit. Lalu penilaian kita menjadi lebih Subjektif. 

Sesaat kita menjauh, kita bisa melihat lebih menyeluruh. Karena kita butuh untuk lebih objektif. Kebersamaan itu bukan berarti kita harus selalu bersama secara fisik, tapi pada hubungan psikologis alias HATI. Tak selamanya kita selalu bertemu dan bersama, mungkin ada saat kita akan berpisah. Betul sekali bahwa sesuatu hal diciptakan punya padanannya sendiri, Contoh ; Pertemuan dan Perpisahan . Semoga kebersamaan akan selalu ada dihati kita, bersama indahnya masa yang terukir dan manisnya kenangan yang terekam. Kita tetap harus siap dengan segala kemungkinan dan apapun yang terjadi. Ketika niat kita baik maka hasil akhirnya pun akan baik. Seperti halnya dalam dunia keseharian , kita selalu menghadapi berbagai permasalahan, apakah itu dari diri sendiri maupun pihak luar diri kita ,namun dengan semangat kebersamaan dan senantiasa berdiskusi dengan tim secara bersama-sama, segala masalah akan dapat terpecahkan. Ibarat halnya sapu lidi, jika sapu lidi tersebut hanya satu helai lidi, maka untuk menyapu seluruh halaman, akan butuh waktu yang cukup lama dan sangat sulit, jika sapu lidi memiliki helai lidi yang banyak, maka akan mudah membersihkan semua halaman dengan cepat. Begitu juga dalam dunia gaul, ketika ada permasalahan dalam tim dan semua tim bersinergi untuk memecahkan masalah tersebut, maka semua masalah akan dapat terselesaikan, begitupun sebaliknya jika terjadi individualisme, terkotak-kotak, maka sulit untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

Semoga apapun hubungan yang sedang kita jalani saat ini, selalu bisa membawa kebahagiaan dan kegembiraan dalam kebersamaan yang sebenarnya……Kebersamaan itu kekuatan, Ilmu Pengetahuan juga Kekuatan ,tapi SIKAP KITA adalah Segalanya Teman...I Feel  Strong  Cause We are Together ..